Monday, November 16, 2015

Kit banjir 2015

Kempen persediaan banjir - kit banjir

Sila bantu setakat terdaya.
Paling lemah pun tolong Like & SHARE.

Sumber: https://m.facebook.com/Homestay-Pak-Lang-2-1627695707517833/

Thursday, October 14, 2010

SPYFINDER HIDDEN CAMERA DETECTOR



Hanya rm 199 + Pos rm 10
hotline-013-3333543
Lanjut

Sunday, August 8, 2010

Ilmu Hadits

Saudaraku seiman yang saya cintai Ilmu Hadits adalah suatu ilmu untuk memeriksa, mendeteksi dan menetukan benar atau tidaknya sesuatu ucapan atau perbuatan yang dikatakan oleh Nabi s.a.w.
Ilmu ini sangatlah penting mengingat banyaknya fitnah yang menggunakan nama Baginda Rasulullah yang dijadikan senjata untuk menyesatkan dan memecah belah kaum muslimin.

Mengenai Hadits Kalau dengan dasar-dasar yang tertentu sudah dapat diterima bahwa ucapan atau perbuatan itu dari Rasulullah SAW, maka dikatakan Hadits Shahih. Kalau tidak menurut dasar-dasar itu dikatakan Hadits Daif (Lemah).

HADITS SHAHIH.
Pentingnya ilmu Hadits ini karena dipakai sebagai pokok untuk menetapkan hukum-hukum bagi masalah-masalah Agama.
Dan adapun tingkatan Hadits Shahih.

1. Hadits Mutawatir, yaitu suatu hadits yang diriwayatkian oleh orang banyak dari Rasulullah SAW, lalu disampaikan kepada orang banyak pula, demikian seterusnya sampai tercatat dalam kitab-kitab dimasa belakangan ini. Dengan syarat Orang-orang banyak itu sejumlah yang mustahil pada adat, bahwa mereka itu sepakat mengada-adakan sabda yang dikatakan dari Rasulullah SAW.

2. Hadits Shahih Li-dzatihi, yaitu hadits yang sah secara sanadnya, bukan karena dibantu oleh orang lain.

3. Hadits Shahih Li-ghairhi, yaitu hadits yang derajatnya dibawah sedikit dari hadits yang shahih, lalu dibantu dengan Hadits yang seumpamanya atau dengan cara lain.

4. Hadits Hasan Li-dzatihi, yaitu Hadits sah, tetapi derajatnya dibawah sedikit dari Hadits Shahih karena diantara rawi-rawinya ada rawi yang hafalannya sekali dua kali terganggu.

5. Hadits Hasan Li-ghairhi, yaitu Hadits yang lemahnya agak ringan, lalu dibantu atau dikuatkan dengan yang seumpamanya atau dengan jalan-jalan yang dapat diterima.

Kelima macam derajat secara ringkas tersebut dimasukkan dalam bagian Hadits yang sah, yang dapat dipakai untuk penetap hukum, kecuali Hadits Hasan Li-ghairhi dipakai untuk hukum-hukum ringan, seperti: hukum sunnat, hukum makruh atau hukum mubah.

HADITS LEMAH.
Hadits yang tidak memenuhi syarat-syarat Shahih, yakni hadits yang ada cacatnya, yang tercela atau yang tidak dapat diterima menurut ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat yang ada dalam ilmu Hadits.
Dan diantaranya.
1. Dituduh Berbohong
2. Dituduh suka keliru
3. Dituduh suka salah
4. Pembohong
5. Suka melanggar hukum Allah
6. Tidak dapat dipercaya
7. Banyak salah dalam meriwayatkan
8. Tidak kuat hafalan
9. Bukan orang Islam
10. Belum baligh waktu menyampaikan Hadits
11. Berubah akal
12. Tidak dikenal dirinya
13. Tidak dikenal sifatnya
14. Suka lupa
15. Suka menyamar meriwayatkan
16. Suka ragu-ragu

dan masih banyak lagi sifat-sifat yang lain yang menyebabkan si rawi tercela.

Melihat kepada sifat-sifat tersebut, maka Hadits Daif itu mempunyai beberapa macam nama. Tapi apabila Hadits ini dibantu dengan sanad lain yang kurang lebih sama dengan dia, maka Hadiets itu dapat dipakai karena sudah meningkat kederajat sedikit banyak memaksa kita menerimanya. Hadits yang demikian dimasukkan dalam Hadits Hasan Li-ghairhi.

HADITS FADHILAH AMAL
Maksudnya adalah Hadits yang isinya bersifat mendorong kita agar dapat melaksanakan amal atau dalam keutamaan-keutamaan beramal.
Hadits Fadilah Amal ini kalau sah maka sudah tidak ragu lagi untuk dipakai, yang menjadi soal apabila Hadits itu lemah.

Ada ulama yang berbeda pendapat, boleh memakai Hadits2 yang lemah tentang Fadilah Amal tapi mereka membawakan suatu alasan yang dapat diterima hanya mereka membawakan pendapat-pendapat ulama lain yang mereka setujui.
Diantara pendapat2 itu ada yang berkata bahwa Hadits Daif itu syubhat bagi hukum sunnat, dan untuk ijtihad hendaknya Hadits lemah diamalkan.

Kita harus mengerti dan mengetahui yang dikatakan Hadits lemah itu tidak dapat diterima atau yang meragu-ragukan untuk diterima karena tidak memenuhi syarat Hadits Shahih atau Hasan, dan kalau Hadits yang sudah nyata tidak dapat diterima akan dipakai adalah suatu keganjilan sekalipun Hadits itu berhubung dengan Fadilah Amal, karena kalau kita pakai atau berpegang kepadanya berarti kita berpegang kepada sesuatu yang belum tentu benar atau meragu-ragukan.

"Tinggalkanlah sesuatu yang meragu-ragukan, (berpindahlah) kepada sesuatu yang tidak meragu-ragukan" (H.S.R Ahmad dan lainnya)

Hadits lemah itu belum tentu datangnya dari Nabi SAW. Kalau Hadits lemah kita pakai dan percaya kepada isinya, berarti kita percaya kepada sesuatu yang belum tentu benar.
(Seperti pada kasus riwayat Rasulullah yang menikah dengan Aisyah dikala umur 6 atau 9 tahun, dimana perawinya dikatakan sudah pikun dan tingkat kesadaran semakin berkurang).

Yang jadi pertanyaan "Adakah Hadits Nabi SAW yang Bertentangan Dengan Ayat Al Quran Atau Sebaliknya?"

Kita sudah percaya dengan sepenuhnya, bahwa AlQuran itu dari Allah.
Allah mempunyai kesempurnaan dalam semua sifatNya. Apa yang ditentukan, difirmankan dalam Quran walau bagaimanapun juga tidak akan bertentangan, baik dengan keadaan atau dengan FirmanNya sendiri atau dengan lainnya.

Hadits yang sudah Sah ialah ucapan atau perbuatan Nabi SAW. Kita harus percaya bahwa ucapan dan perbuatan Nabi SAW mendapat pimpinan dari Allah dengan perantaraan wahyuNya. Maka sudah tentu sabda atau perbuatan Nabi SAW itu tidak mungkin bertentangan, baik dengan sabda atau perbuatan beliau sendiri, atau dengan firman Allah.
Ini merupakan suatu kepercayaan yang harus ada pada diri tiap-tiap muslim, karena tidaklah akan terdapat Hadits Nabi SAW yang sudah sah bertentangan dengan salah satu ayat Quran atau sebaliknya.

Menurut Imam Syafi'ie sendiri dalam kitab Ushul Fiqh beliau bahwa sekurang-kurang Hadits yang boleh dinamakan Shahih itu ialah Hadits yang tiap-tiap seorang dari rawinya hingga sampai kepada Nabi atau kepada Sahabat itu bersifat.

1. Berbakti
2. Boleh dipercaya Agamanya
3. Jujur didalam perkataannya
4. Mengerti apa yang diriwayatkannya
5. Mengetahui hal-hal yang bisa mengubah makna Hadits
6. Kuat hafalannya
7. Ingat akan kitabnya (Maksudnya kalau ia meriwayatkan Hadits dengan tulisan)

Begitulah syarat2 Hadits Shahih menurut pendapat Imam Syafi'ie dan juga pendapat kebanyakan ulama Hadits.

Adapun penambahan lain syarat seorang perawi untuk diakui dari Hadits yang dikemukakan dari kitab-kitab Hadits imam-imam yang mashur.
Harus bersifat kepercayaan, orang yang dikatakan kepercayaan itu paling sedikit mempunyai empat sifat

1. Bulugh, artinya cukup umur, yakni hendaklah ia suduh cukup umur waktu menyampaikan Hadits yang ia dengar itu, walaupun waktu ia mendengarnya ia masih kecil.
2. Islam.
3. Adil dalam menyampaikan Hadits.
yang dikatakan Adil
(A) Tidak terdengar atau terlihat ia mengerjakan dosa besar, dusta atau khianat.
(B) Tidak selalu mengerjakan dosa-dosa kecil.
(C) Tidak melanggar kesopanan kaumnya yang tidak dilarang oleh agama
4. Dlabth atau kuat ingatannya.

Adapun jalan untuk mengenal rawi yang adil, lemah atau palsu itu perlu dengan memriksa keterangan kitab2 yang menerangkan tarikh satu2nya perawi tersebut yang diberi kitab Rijalul Hadits.
Dan tidak ada seorangpun daripada rawi2 yang tidak tercatat baik atau jahatnya hingga kalau ada satu rawi yang tidak dikenal tarikhnya maka Hadits yang ia riwayatkan itu dianggap Lemah.

Saudaraku seiman, begitulah cara Allah SWT, tanda cinta Allah SWT menjaga AgamaNya ini semata-mata untuk semua hamba-hambaNya yang Ia Cintai.
Bentuk kehati-hatian para pendahulu kita ini sangat teliti sehingga tidak ada yang perlu kita ragukan lagi mengenai Hadits yang diShahihkan mereka, tinggal kita ini yang kurang belajar.

Maka Insya Allah dengan asbab kita membaca pesan ini, kita lebih berhati-hati terhadap orang yang menyampaikan Hadits kepada kita, karena sangat banyak orang-orang kafir yang memusuhi Islam hingga kita kembali dalam kekafiran.

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Al Hujuraat :6)

Buat Ihwa dan Akhwat seiman yg Insya Allah dicintai dan diRidhoi Allah SWT....untuk lebih banyaknya saudara-saudara qt yg menerima pesan da'wah ini mohon untuk mengundang saudara kita yang lain untuk dapat bergabung di Group ini.

Semoga bisa kita amalkan dan sampaikan, ada benarnya datangnya dari Allah dan adapun kesalahan pada artikel ini dikarenakan karena keterbatasan ilmu dan kebodohan saya sendiri.
fb Gunawan Arief

Saturday, February 14, 2009

ISA DIBEBASKAN-MALAYSIAKINI

Kerajaan telah membebaskan tiga orang yang didakwa menjadi anggota Jemaah Islamiah (JI) selepas mereka ditahan selama lebih lima tahun tanpa bicara, demikian menurut Suaram.

"Kerajaan telah membebaskan mereka dari tahanan," kata penyelaras Suaram Nalini Elunalai.

Pegawai Kementerian Dalam Negeri (KDN) tidak dapat dihubungi untuk mendapatkan ulasan mengenainya.

Nalini berkata, ahli perniagaan, Suhaimi Mokhtar dan Mohammad Khider - yang ditahan di bawah ISA, dibebaskan dari Kamunting pada hari Jumaat.

"Kami mahu kerajaan menjelaskan mengapa mereka ditahan lebih dari lima tahun dan mengemukakan apa juga bukti yang ada untuk menahan mereka tanpa bicara," katanya.

"Rakyat Malaysia juga mahu tahu mengapa ketiga-tiga mereka - jika dianggap merbahaya - dibebaskan sekarang dan mengapa mereka kini tidak lagi mengancam negara.

"Ikuti jejak Amerika, tutup Kamunting," katanya.

Elunalai berkata, Suaram dan beberapa badan hak asasi manusia akan menganjurkan Mac ini satu kempen menentang ISA serta mendesak supaya Kem Tahanan Kamunting ditutup.

Sultan Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah Alhaj

Sultan Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah Alhaj hari ini melahirkan perasaan amat kecewa dengan apa yang baginda sifatkan sebagai gelagat biadab terhadap Sultan Perak Sultan Azlan Shah berhubung pelantikan kerajaan baru negeri Perak baru-baru ini.

sultan selangor and selangor state exco"Perkembangan politik, peristiwa demonstrasi jalanan serta pertelingkahan antara pelbagai pihak, bersabit dengan pelantikan baru kerajaan negeri Perak baru-baru ini, yang sehingga membawa kepada gelagat biadab terhadap Sultan Perak, Sultan Azlan Shah, amat mendukacitakan dan mengecewakan Beta" titah baginda dalam satu kenyataan akhbar khas yang dikeluarkan dari Istana Alam Shah di Klang.

Dalam kenyataan tiga muka surat itu, Sultan Selangor menasihatkan pihak yang mencabar hak, peranan serta kedudukan Raja-Raja yang dijamin melalui Perlembagaan Persekutuan supaya menggunakan pertimbangan akal yang waras sebelum mengambil sebarang tindakan, lapor Bernama.

"Beta ingin menasihati dengan penuh keikhlasan dengan mengambil kira kepentingan masa depan agama, bangsa dan negara tercinta kita, janganlah kita mudah terpedaya dengan gelagat serta tindakan yang hanya akan mencemarkan martabat kita, mengundang risiko yang tinggi terhadap kemajuan kita, serta menghakis asas-asas kedaulatan negara ini dengan sifat-sifat keji serta biadab, derhaka, angkuh, jahil ilmu dan kemaruk kuasa," titah baginda.

Sultan Sharafuddin bertitah bahawa rasa kecewa dan dukacita dirasai baginda lebih-lebih lagi kerana Sultan Azlan adalah ayahanda saudara baginda dan keluarga Diraja kedua-dua negeri mempunyai sejarah pertalian yang erat sehingga hari ini.

Menurut baginda, Sultan Azlan Shah dikenali sebagai seorang tokoh yang tinggi ilmu serta berpengalaman dalam perkhidmatan perundangan dan kehakiman sesuai dengan kedudukan Sultan Perak itu sebagai bekas Ketua Hakim Negara.

malaysian law conference 291007 sultan azlan shah 1Sultan Azlan Shah serta keluarga baginda juga mempunyai latar belakang serta kelayakan keilmuan yang cemerlang dan sangat peka pada kepentingan rakyat sehingga kebanyakan tindakan baginda akan bersandarkan kepada budaya ilmu, pertimbangan syumul serta amalan bermusyawarah bersama pakar-pakar dalam mana-mana satu isu yang bersabit, titah Sultan Sharafuddin.

'Bakar kelambu'

Menurut baginda, apa yang berlaku di Perak sejak seminggu lepas, amat membimbangkan sesiapapun "yang mengaku mencintai agama, bangsa, negara Malaysia, kestabilan, kesejahteraan, kemajuan, keselamatan dan masa depan kita bersama".

"Bak kata pepatah, ketika peristiwa sebegini berlaku, barulah kita kenal siapa kaca, siapa permata. Malah dapat juga kita menyelami jati diri pihak-pihak tertentu yang marahkan nyamuk, kelambu yang dibakar," titah baginda.

Sultan Azlan Shah melantik Datuk Dr Zambry Abdul Kadir sebagai Menteri Besar yang baru 6 Februari lepas apabila kerajaan campuran DAP, Parti Keadilan Rakyat dan PAS kehilangan majoriti di Dewan Undangan Negeri Perak dan ini menimbulkan rasa tidak puas hati pemimpin dan penyokong pakatan tersebut.

Pada hari Zambry mengangkat sumpah memegang jawatan pada Jumaat lepas, penyokong parti berkenaan mengadakan demonstrasi jalanan berhampiran Istana Iskandariah, Bukit Chandan, Kuala Kangsar sehingga menghalang kenderaan Raja Muda Perak Raja Dr Nazrin Shah.

nizar jamaludin perakMenteri Besar Pakatan, Datuk Seri Mohd Nizar Jamaluddin dilaporkan telah "mohon derhaka" kepada Sultan Perak apabila permohonannya untuk membubarkan Dewan Undangan Negeri tidak diperkenan Sultan Azlan Shah manakala Pengerusi DAP Karpal Singh telah menimbulkan kemarahan banyak pihak kerana mahu menyaman Sultan Azlan Shah.

Sultan Selangor bertitah bahawa kegawatan ekonomi yang semakin meruncing di peringkat global dan serantau menuntut rakyat memantapkan perpaduan walaupun berbeza pendirian.

"Jangan sehingga nasi menjadi bubur, di mana terlajak kata boleh dimaafkan, tetapi terlajak perbuatan mungkin akan mengundang bencana," titah baginda.

"Beta terus mendoakan agar Allah SWT akan terus memelihara kita bersama dan menganugerahkan kita dengan hati yang terang, jiwa yang tenang, fikiran yang tajam, perjalanan yang mudah, tindakan yang betul, perhubungan yang harmonis serta waja diri yang unggul untuk mengemudikan negara kita secara bersama dalam mengharungi proses kemajian seterusnya," titah Sultan Selangor.

Thursday, October 9, 2008

Sengsara isteri mangsa ISA mencari sesuap rezeki untuk anak-anak

SANDAKAN, (Hrkh) - Menyara ibu bapa yang sudah berusia, dengan dua orang anak yang masih kecil, Hapipah Majid, terpaksa memikul tanggungjawab tersebut bersendirian setelah suaminya, Abu Bakar @ Zainon Rashid, ditahan ISA.

Sejak enam tahun lalu, Hapipah bertungkus-lumus menyara kehidupan mereka sekeluarga dengan pelbagai pekerjaan demi masa depan anak-anak. Apatah lagi, tugasnya sebagai seorang pendidik terpaksa dilupakannya kerana beliau adalah isteri tahanan ISA.

ImageSekolah swasta tempat beliau mengajar sebelum ini, bertindak memberhentikan beliau sejurus suaminya ditahan akta maha zalim itu.

Bermula saat hitam itu, Hapipah membulatkan tekad mengintai segala peluang bagi meneruskan kehidupan mereka anak-beranak.

Ketika ditemui di rumahnya di Kampung Tinosa Dua, Sandakan, Hapipah kelihatan tenang melayani pertanyaan Harakah berhubung kehidupannya setelah dipisahkan dari suami tercinta.

Mengimbau kembali detik enam tahun lalu, Hapipah ternyata memiliki kekuatan yang amat tinggi apabila berhadapan detik itu, yang saat itu beliau sedang hamil sembilan bulan.

Namun, hari demi hari beliau kembali bangkit meneruskan kehidupan demi masa depan anak-anak dan keluarganya. Kini, berbekalkan semangat jitu beliau mengambil peluang menjual ubat-ubatan bagi kelangsungan hidupnya.

ImageSempena Syawal yang bakal menjelma, Harakah mengambil peluang menyampaikan sumbangan pembaca Harakah menerusi tabung ISA yang ditubuhkan sejak April lalu kepada Hapipah.

Sumbangan tersebut disampaikan Ketua Pengarang Harakah, Ahmad Lutfi Othman ketika mengunjunginya di rumah beliau, 23 Sept lalu. - mr_

Wednesday, October 8, 2008

Laporan Sinar Harian Amat Dikesali

Sinar Harian telah secara salah melaporkan kenyataan saya yang dibuat pada 7hb Oktober di perkarangan Kompleks Mahkamah Jalan Duta. Laporan Sinar Harian tersebut menyatakan bahawa saya percaya Datuk Seri Najib Tun Razak mampu mendapat sokongan yang lebih dalam menguruskan ekonomi dan membersihkan negara ini daripada amalan rasuah.

Ini adalah tidak benar. Laporan tersebut jelas memutar belitkan kenyataan saya yang dibuat pada 7hb Oktober berkenaan proses peralihan kuasa dalam Umno.

Sebaliknya saya yakin sekiranya Datuk Seri Najib Tun Razak menjadi Perdana Menteri, negara ini akan terjerumus ke dalam bencana yang besar.

Datuk Seri Najib Tun Razak secara jelas menyatakan beliau sebagai Menteri Kewangan akan meneruskan agenda ekonomi pentadbiran Abdullah Ahmad Badawi. Kenyataan beliau bahawa Malaysia tidak akan terkesan dengan perkembangan krisis ekonomi dunia sangat membimbangkan dan mempamerkan kegagalan beliau untuk menangani cabaran yang akan dihadapi oleh negara kita pada masa hadapan.

Beliau juga tidak menunjukkan komitmen untuk memastikan Agenda Perubahan berlaku demi memulihkan keyakinan rakyat terhadap Badan Kehakiman dan bertindak memerangi rasuah. Sedangkan pada Pilihanraya Umum 8 Mac 2008 dan Pilihanraya Kecil Permatang Pauh tempoh hari, rakyat menyuarakan hasrat mereka agar Agenda Perubahan menjadi keutamaan dan direalisasikan dengan segera.

Rakyat Malaysia bimbang di bawah kepimpinan Datuk Seri Najib Tun Razak, undang-undang kuku besi seperti penggunaan ISA akan diteruskan dan sendi-sendi demokratik akan dilumpuhkan.

Selain itu beberapa persoalan yang belum terjawab seperti tuduhan penglibatan Datuk Seri Najib Tun Razak di dalam komisen yang diperolehi hasil pembelian peralatan tentera dari Perancis dan Russia serta pembunuhan wanita Mongolia; Altantuya Shaariibuu, menggugat serta melemahkan kedudukannya di dalam kerajaan.

Pemimpin sebegini akan mencemarkan reputasi Malaysia di kacamata masyarakat antarabangsa dan sekaligus akan memberikan kesan negatif dalam membentuk tanggapan pelabur-pelabur asing terhadap Malaysia.

Saya mohon agar Sinar Harian segera menyiarkan pembetulan dan lebih bertanggungjawab untuk melaporkan sebarang berita dengan benar dan tepat pada masa hadapan.

ANWAR IBRAHIM
Ketua Pembangkang
Ketua Umum KeADILan

Thursday, September 25, 2008

RM1.71 bukan RM2.45 ! RAKYAT DI TIPU LAGI

Penurunan minyak semalam adalah merupakan kali kedua selepas kali pertama dengan kadar RM0.15 menjadikan jumlah setakat ini adalah RM.25 dengan kadar harga semasa minyak dunia pada tahap USD92 setong.

Sesetengah pihak mengandaikan contoh formula yang kerajaan gunakan untuk menaikan harga minyak semasa harga minyak dunia melambung ke USD 146 setong.

Persoalan yang dibangkitkan sekarang adalah, apakah alasan yang diberikan kerajaan untuk tidak menggunakan formula yang sama apabila minyak kini berharga kurang USD 92.7 setong.

Mengikut formula kerajaan ketika menaikkan harga minyak :

Harga Minyak Global 1 Tong = USD 92.70 (bersamaan dengan RM 319.82)
1 Tong bersamaan dengan 159 liter
Nilai Ringgit sekarang berbanding Dolar = RM 3.45
Harga satu liter > RM 319.82 / 159 liter = RM 2.01

Subsidi kerajaan = RM 0.30
Harga sepatutnya > RM 2.01 - RM 0.30 = RM 1.71 (harga sepatutnya)
Harga sekarang = RM 2.45 sen

Beza kerajaan tipu Rakyat Malaysia = RM 2.45 - RM 1.71 = RM 0.74 per liter.
sumber-tko

Wednesday, September 24, 2008

Harga minyak turun lagi -tapi hanya 10 sen-malaysiakini

Harga minyak dijangka akan diturunkan lagi sebanyak 10 sen kepada RM2.45 seliter selepas pengurangan 15 sen bulan lalu.

Kerajaan dijangka akan mengumumkan secara rasmi petang ini, lapor laman web akhbar New Straits Times.

Tuesday, September 23, 2008

Takut punca PM enggan temui pemimpin Pakatan Rakyat - Anwar

KOTA BHARU, 23 Sept (Hrkh) - Dato' Seri Anwar Ibrahim memberitahu beberapa langkah lain terpaksa diambil berikutan keengganan Perdana Menteri Dato' Seri Abdullah Ahmad Badawi bertemu dengan pemimpin Pakatan Rakyat.
Ketua Pembangkang itu melahirkan rasa dukacita terhadap keengganan Perdana Menteri bagi membincangkan perkara penting berkaitan politik negara.
"Saya tidak mengerti kenapa pertemuan yang begitu penting untuk rakyat ditolak. Kenapa Perdana Menteri sukar ditemui untuk berbincang dengan pembangkang.
"Janganlah kerana rasa takut kepada penyokong sendiri maka pertemuan itu ditolak, gunakan kedudukan dan kuasa kita sebagai seorang Perdana Menteri jangan sekali-kali dipengaruhi pihak lain," ujarnya pada persidangan media di sini, hari ini.
Sebelum itu beliau mengadakan pertemuan tertutup dengan Mursyidul Am PAS, Tuan Guru Dato' Nik Abdul Aziz Nik Mat dan Presiden PAS, Dato' Seri Tuan Abdul Hadi Awang di JKR 10.
Perdana Menteri baru-baru ini menolak untuk berjumpa dengan pemimpin Pakatan Rakyat selepas dihantar surat bagi diadakan pertemuan tersebut.
Anwar yang juga anggota parlimen Permatang Pauh berkata, selain menolak pertemuan dengan pemimpin Pakatan Rakyat, cadangan persidangan khas parlimen pada 13 Oktober depan juga tiada sebarang reaksi daripada Perdana Menteri.
"Sudahlah pertemuan ditolak, persidangan khas parlimen juga tak nak buat, mungkin takut ada undi tidak percaya, atau undi percaya," ujarnya.
Beliau juga berkata, Pakatan Rakyat membantah keras tindakan Menteri Dalam Negeri, Dato' Seri Syed Hamid Albar terus menahan penulis blog Malaysia-Today, Raja Petra Kamaruddin di bawah ISA kerana hanya mendedahkan kepincangan pemimpin kerajaan.
Katanya,?kerajaan sepatutnya membebaskan Raja Petra sebagaimana pembebasan yang dilakukan ke atas anggota Parlimen Seputih, Teresa Kok dan wartawan Sin Chew Daily, Tan Hoon Cheng yang juga turut ditahan di bawah ISA.
"Tindakan itu sebagai satu ugutan kerajaan untuk menakutkan rakyat. ISA sebenarnya akan memburukkan lagi imej pentadbiran pemimpin negara di bawah Barisan Nasional," katanya.
Ditanya pertemuan tertutup dengan dua pemimpin tertinggi PAS, beliau berkata, ia banyak menyentuh mengenai perkembangan semasa dan mencari titik pertemuan untuk meneruskan langkah-langkah lebih baik dalam parti.
Beliau juga tidak menafikan perbincangan ke arah pembentukan kerajaan baru. - mj

Monday, September 22, 2008

Bubarkan semua parti perkauman-malaysiakini

Untuk kepentingan negara, “semua parti perkauman wajar dibubarkan segera” dan digantikan “dengan gabungan parti pelbagai bangsa”, kata Pemuda PAS Wilayah Persekutuan.

“Isu perkauman seharusnya diletak ke tepi dan tidak dijadikan agenda politik bagi mana-mana parti.

"Penggunaan sendi perkauman dalam dunia politik akan menyebabkan ketidakstabilan dan perpecahan,” kata ketua penerangan dewan itu Herman Samsudeen.

Gesaan itu sebagai susulan kenyataan Naib Presiden MCA Datuk Donald Lim Siang Chai yang dilaporkan mengingatkan masyarakat Cina tentang “bahaya” jika semua parti kaum itu berpihak kepada pembangkang dan hanya parti Melayu menjadi parti memerintah.

Menurut Donald lagi, senario itu sudah pasti akan mewujudkan ketegangan dan mencetuskan suasana tidak baik kepada perniagaan dan ekonomi.

Ekoran itu, Herman yang menyifatkan Donald “cuba menyemarakkan isu perkauman bagi memastikan MCA sebagai parti khusus kaum Cina tidak dibubarkan”.

Beliau menuntut pemimpin kanan MCA itu menarik balik kenyataannya dan dikenakan tindakan tegas.

Dalam kenyataannya hari ini, Herman berkata:

“Seandainya parti-parti kaum Cina berhijrah kepada pembangkang, negara ini bukan diperintah oleh kaum Melayu sahaja kerana ketika itu, Pakatan Rakyat yang berbilang bangsa ini akan jadi kerajaan.”

Beliau menyifatkan kenyataan Donald itu dibuat untuk memenangi hati kaum itu selepas wujud kecenderungan ahli-ahli parti komponen BN untuk bersama Pakatan.

Sunday, September 21, 2008

Agong atau parlimen?

Oleh: Professor Abdul Aziz Bari

Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi telah menolak cadangan Dato Seri Anwar agar diadakan satu persidangan khas parlimen untuk membahaskan perkembangan mutakhir politik negara. Ini menunjukkan betapa sukarnya untuk memanggil sidang khas parlimen bagi membincangkan usul undi tidak percaya walaupun cara ini adalah demokratik dan berperlembagaan. Budaya politik dan perundangan negara kita menyebabkan ia sukar berlaku.

Sistem politik negara kita adalah berteraskan sistem Westminster yang mana fungsi ketua negara terpisah daripada fungsi ketua kerajaan. Walaupun Yang Di-Pertuan Agong lebih banyak memainkan peranan simbolik, Baginda sebenarnya berkuasa untuk memainkan peranan yang lebih aktif dalam situasi yang perlu.

Yang Dipertuan Agong dan politik

Para penasihat Anwar mungkin agak gusar jika beliau terus pergi mengadap Yang Di-Pertuan Agong untuk mendapatkan perkenan untuk membentuk kerajaan baru. Mereka mungkin tidak mahu Yang Di-Pertuan Agong terlibat secara langsung dalam politik.

Para penasihat ini seolah-olah bimbang dan tidak menghiraukan peranan penting Yang Di-Pertuan Agong dalam menjaga negara – satu perkara biasa dalam sistem Westminster yang kita amalkan. Dan ini tidak terhad kepada negara-negara yang mempunyai Raja (sistem monarki) sahaja. Negara republik seperti India turut membolehkan ketua negaranya memainkan peranan dalam situasi luar biasa, walaupun biasanya ketua negara tersebut hanya memainkan peranan simbolik sahaja. Peranan sebegini sebenarnya pernah diutarakan oleh Laporan Suruhanjaya Reid. Tetapi, oleh kerana ini merupakan kali pertama kita menghadapi situasi sebegini, kebimbangan mereka boleh difahami.

Bagaimanapun Anwar tidak menolak kemungkinan untuk pergi terus ke Istana. Oleh kerana Abdullah telah menolak cadangan agar diadakan sidang khas parlimen, Anwar kini mempunyai sebab untuk memohon mengadap Yang Di-Pertuan Agong.

Sistem perundangan kita tidak menyebut dengan jelas sama ada pertukaran kerajaan hanya boleh dibuat melalui parlimen. Artikel 43(4) dalam Perlembagaan memungkinkan pertukaran dibuat dengan cara majoriti ahli parlimen memaklumkan kepada Yang Di-Pertuan Agong bahawa mereka telah menarik balik sokongan terhadap kerajaan sedia ada. Ini akan mewajibkan Perdana Menteri meletak jawatan. Yang Di-Pertuan Agong kemudiannya boleh melantik seorang ahli parlimen yang mempunyai sokongan majoriti dalam Dewan Rakyat untuk menjadi Perdana Menteri baru.

Hujah salah

Pertukaran kerajaan melalui undi tidak percaya merupakan perkara yang pernah berlaku di negara-negara Komanwel lain. Tetapi ia amat sukar dilakukan di Malaysia kerana UMNO menyekat sebarang usaha membentangkan usul undi tidak percaya.

Speaker Parlimen Pandikar Amin Mulia mengatakan bahawa Perdana Menteri mempunyai kuasa penuh untuk memutuskan sama ada mahu memanggil sidang khas parlimen atau tidak. Rasanya Perlembagaan kita tidak bermaksud untuk memberi kuasa kepada Perdana Menteri membuat kata putus dalam hal ini. Perdana Menteri merupakan ketua Eksekutif dan jika beliau mempunyai kuasa mutlak, maka ini seolah-olah meletakkan Legislatif di bawah Eksekutif. Pasti ini bertentangan dengan konsep pemisahan kuasa yang dituntut oleh sistem politik negara kita. Selain itu, sukar dibayangkan sesebuah kerajaan akan bersetuju untuk memanggil sidang khas parlimen jika terdapat hal-hal yang mengancam penerusan hayat kerajaan tersebut. Hujah bahawa Perdana Menteri sahaja berkuasa memanggil parlimen adalah lemah.

Speaker Pandikar Amin Mulia ada juga memetik peraturan parlimen (Standing Orders) dalam membuat keputusan beliau. Tetapi peraturan parlimen dibentuk berasaskan peruntukan Perlembagaan Artikel 62(1). Peraturan ini statusnya lebih rendah daripada Perlembagaan. Apabila Speaker menggunakan hujah peraturan parlimen, beliau seolah-oleh mengatakan bahawa peraturan tersebut lebih tinggi daripada Perlembagaan. Ini tidak betul.

Yang Di-Pertuan Agong berhak untuk memanggil persidangan parlimen tergempar. Tidak mungkin apabila Baginda mempunyai kuasa memprorog dan membubarkan parlimen seperti termaktub dalam Artikel 55 Perlembagaan, Baginda tidak pula berhak memanggil parlimen bersidang. Artikel 40(2) pula merupakan satu artikel umum dan situasi sekarang lebih kelihatan sebagai satu pengecualian.

Yang Di-Pertuan Agong memang mempunyai peranan dalam situasi sekarang. Ini bukan luar biasa kerana sistem yang kita amalkan kadang kala memang memerlukan tindakan-tindakan tertentu untuk membolehkan ia berfungsi dengan baik. Yang Di-Pertuan Agong perlu memainkan peranan untuk memastikan Perlembagaan boleh terus terlaksana.

Yang pastinya, ini bukanlah penamat bagi Abdullah. Sekiranya Anwar berjaya membentuk kerajaan, Abdullah juga boleh mencabar Anwar dengan cara yang sama. Inilah sebabnya kenapa Abdullah perlu membenarkan sistem Westminster yang kita amalkan berfungsi seperti sewajarnya.

Anwar telah berjanji akan menghormati Perlembagaan. Maka mungkin langkah pertama yang perlu beliau usulkan ialah membolehkan Speaker dilantik melalui pengundian bebas. Parlimen kita akan menghampiri status parlimen kelas pertama jika Speaker yang dipilih ialah dari kalangan parti pembangkang.

Kuasa Agong atau kuasa parlimen?

Kembali kepada dua cara penukaran kerajaan tadi, iaitu sama ada melalui undi tidak percaya di parlimen atau melalui kuasa Yang Di-Pertuan Agong, saya rasa kedua-duanya dibenarkan oleh kerangka Artikel 43(4) Perlembagaan kita.

Cara pertama iaitu pengundian di parlimen memanglah cara yang paling ideal dan lebih demokratik. Cara ini telah berlaku jika kita teliti kes Datuk Stephen Kalong Ningkan, bekas Ketua Menteri Sarawak, pada tahun 1966. Tetapi ini hanya boleh berlaku dalam satu sistem politik yang terbuka dan demokratik. Bolehkah ia berlaku dalam situasi Malaysia sekarang? Kita boleh melihat dengan jelas betapa kerajaan Barisan Nasional berusaha sedaya upaya menghalang usul undi tidak percaya dibahaskan di Parlimen termasuklah dengan mengancam penggunaan Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA).

Cara kedua, iaitu melalui tindakan Yang Di-Pertuan Agong, terhasil daripada pembacaan literal Artikel 43(4) bersama dengan Artikel 40(2)(a). Cara ini yang lebih cepat daripada cara pertama tadi. Dan, oleh kerana terdapat unsur-unsur tidak demokratik dalam menghalang tercapainya cara pertama, maka mungkin cara kedua ini lebih praktikal. Ia juga boleh menghalang kerajaan daripada terus menerus menyekat perubahan. Tetapi cara ini amat bergantung kepada kemahuan Yang Di-Pertuan Agong untuk memainkan peranan yang lebih proaktif.

Mungkin wajar disebut di sini bahawa terdapat negara-negara demokrasi yang stabil di Eropah yang turut mengamalkan sistem monarki seperti kita. Di luar Eropah pula, telah terdapat Raja yang secara aktif membantu lahirnya demokrasi di negara mereka. Inilah yang berlaku di Sepanyol, Thailand dan juga sedikit sebanyak di Jordan. Adakah Raja-Raja kita juga mahu turut sama seperti Raja-Raja di negara-negara itu?

waubebas.org

Saturday, September 20, 2008

10 TAHUN DALAM REFORMASI:Suatu Catatan Peribadi

DUA TAHUN DALAM REFORMASI:Suatu Catatan Peribadi

Hari itu,20hb.September 1998 terasa diri agak `tegang'.Semalamnya,seorang teman Sdr.Soleh mengajak ke Kuala Lumpur;"ada perhimpunan reformasi besar-besaran",kata beliau.Ajakan tersebut tidak dapat di penuhi kerana ada komitmen lain yang perlu di berikan keutamaan-kenduri kahwin di Kampung,Chenor.Sedari pagi 20.9.1998 hati dan jiwa serasa mengelegak-alangkah bagusnya jika aku dapat bersama Soleh dan rakan-rakan lain di Kuala Lumpur sekarang ini!

Dua tiga hari sebelum itu beberapa orang teman lain telah menghubungi;"ayuh!kita gegar Dataran Merdeka Ahad ini".Mengingatkan ini hati kian berjolak.Kepada isteri di maklumkan hasrat untuk ke perhimpunan Reformasi tetapi malangnya komitmen yang ada membantutkan rancangan.

Chenor hari itu turut sibuk kerana Presiden PAS,Ustaz Fadhil Nor bertandang ke surau Tuan Guru Haji Mohd Baqi,Pesuruhjaya PAS Pahang.Petang 20.9.1998 di simpang Chenor di penuhi deretan motorsikal dan kereta para Pemuda dan petugas PAS menunggu untuk mengiringi Presiden parti.Penulis turut sama berada bersama mereka-berbual sambil menunggu berita mutakhir lewat telefon bimbit.Soleh di hubungi untuk mendapatkan berita,juga beberapa teman yang lain."`Pak Syeikh' dah habis berucap.Datin Seri dah siap membaca peristiharan...dah balik semula ke Damansara",lapor Soleh.

"Ramai tak orang?",tanya saya di muncung Motorola."Lebih seratus ribu...Queen Elizabeth pun ada",jawab Soleh sambil terdengar ketawanya yang istimewa itu.

Hampir maghrib penulis beredar dari Simpang Chenor.Para Pemuda PAS masih setia menunggu.Kereta di pandu menghala ke Bandar Baru Chenor dan di hadapan Balai Polis Chenor,sekatan jalanraya diadakan sedangkan di dalam kawasan Balai luarbiasa sibuknya.Kehadiran ramai anggota Polis dan sekatan jalanraya hari itu sesuatu yang amat luarbiasa bagi pekan Chenor yang damai.Tidak pernah terjadi lagi seingat penulis.Lama setelah itu barulah penulis mendapat tahu jawabannya iaitu ada arahan khas di keluarkan takut-takut Anwar Ibrahim muncul di Chenor dalam rangka `road show' beliau dan kemunculan Polis serta sekatan pada hari tersebut untuk menghalang Anwar dari hadir kesana kononnya.Mengikut maklumat Penulis terima Polis mempunyai anggapan begitu kerana Harakah edisi Jumaat memuatkan berita kenyataan Ustaz Fadhil Nor yang PAS memaafkan Anwar serta sanggup `menerima' beliau.

Malamnya penulis bersiap sedia untuk turun ke surau Tuan Guru bagi mendengar ceramah Ustaz Fadhil Nor.Selepas solat maghrib sambil menonton Buletin Utama (pada masa itu belum di boikot lagi),penulis dan abang `berdebat' yang kadangkalanya hangat mengenai insiden pemecatan Anwar.Kami adikberadik masing-masing dengan hujjahnya diselangseli ketawa.Dan kira-kira jam 9.00 atau 10.00 malam telefon rumah berdering.

"Pak Syeikh dah kena tangkap!",suara Soleh kedengaran tersangkak di hujung talian.Terasa derauan darah berlari menuju ke muka dan degupan jantung kencang tiba-tiba.Penulis hampir terjelepuk keatas sofa."UTK serbu rumah dengan machinegun",lapor Soleh lagi.Saya beristighfar panjang dan bertanya apa perlu Polis menyerbu rumah Anwar sedangkan peguam beliau Raja Aziz Addruce telah membuat kenyataan bahawa Anwar akan di serahkan kepada Polis sekiranya mereka bercadang untuk menahan beliau.Apa perlu tindakan `barbaric' ini,tanya saya.Dan tentunya Soleh tidak punya jawaban.

Setelah memaklumkan berita kepada seisi rumah,telefon didail,kali ini telefon bimbit Dr.Rahim Ghouse dan beliau mengesahkan berita penangkapan Anwar.Beberapa teman lain termasuk teman-teman pimpinan PMUM sewaktu di kampus turut di hubungi dan mereka turut mengesah penangkapan Anwar secara `biadap`itu.

Penulis mengambil keputusan untuk memberitahu Ustaz Fadhil Nor yang berceramah di Surau Tok Guru.Penulis dan abang bergegas dengan kereta ke Surau.Mesej penangkapan Anwar perlu di sampaikan.Dan mesej bertulis tangan diatas kertas putih di hulurkan kepada Ustaz S,(sahabat penulis mantan Setiausaha Dewan Ulama PAS Pahang) yang duduk diatas pentas untuk di panjangkan kepada Ustaz Fadhil.Dan malam itu juga,Ustaz Fadhil memaklumkan kepada khalayak yang hadir-ribuan manusia yang ada pada malam tersebut-berita penangkapan Anwar Ibrahim dan beliau dengan wibawa seorang pemimpin Gerakan Islam serta karisma pemimpin marhaen menuntut supaya Saudara Anwar Ibrahim di bebaskan!

Begitulah!Malam 20.9.1998 menjadi suatu tanda sejarah tersendiri bagi penulis serta penulis percaya jutaan jiwa manusia yang lain.Malam tersebut terasa amat panjang kerana keputusan telah diambil,esok Isnin 21.9.1998,walau apa pun terjadi, akan berangkat ke Kuala Lumpur.Dan isteri penulis dengan sifat seorang isteri yang solehah dan tentunya dengan penuh rasa kecintaan kepada suami melahirkan rasa bimbangnya kerana khabar-khabar angin bertiup,Kuala Lumpur di `curfew',segala jalan masuk ke KL di tutup dan sebagainya.Setelah meyakinkan isteri agar tidak terlalu bimbang,pagi 21.9.1998 penulis turun dari rumah untuk ke KL.

Sesampai di No.8 Jalan Setiamurni,Damansara bersama Sdr.Soleh,suasana rumah itu nampak begitu murung,ada aura kesedihan yang amat mendalam dan pintu hadapan rumah kelihatan terkoyak angkara serangan UTK.Orang masih ramai disitu tetapi masing-masing bercakap dengan suara laksana orang berbisik dan perlahan.Wajah masing-masing kelihatan sedih dan murung.Terasa hati sayu dan sekaligus marah;marah kerana kekejaman dan ketidakadilan terhadap Anwar dan keluarga beliau.

Kira-kira setengah jam penulis dan Soleh di situ,berbual dan bertukar berita dengan mereka yang berada di rumah tersebut.Setelah itu kami kami beredar.Teman-teman yang berada di Kuala Lumpur di hubungi dengan janji untuk bertemu di masjid Ar-Rahman Universiti Malaya menjelang asar.Ketika itu tersebar berita yang ada kemungkinan Sdr.Anwar Ibrahim di suntik dengan darah yang mengandungi virus HIV telah kedengaran di samping suatu demonstrasi akan diadakan di Stadium Nasional Bukit Jalil kerana malam tersebut adalah malam penutup Sukan Komanwel.Kami bersiapsedia untuk turut serta.

Selepas asar kami berkumpul di Masjid Ar-Rahman.Abang penulis pun ingin turut serta.Teringat pengalaman di kampus semasa menyertai/menganjurkan beberapa demonstrasi.Dejavu,bisik hati kecil.Tapi kali ini risikonya tentu lebih besar.Kami berdoa kehadrat Ilahi memohon perlindunganNya sebelum bertolak ke Bukit Jalil.Sementara itu seharian helikopter Polis berlegar di ruang angkasa Kuala Lumpur sehingga ke malamnya di Bukit Jalil,2 buah helikopter berlegar dengan suluhan lampu.

Kami solat maghrib di Masjid `Tabligh' berdekatan Stadium.Selesai solat,sempat di beli kain serban putih buat penutup hidung dan mata kalau-kalau `tear gas' di tembak kelak oleh FRU.Sediakan payung sebelum hujan kata penulis kepada teman-teman.Dan kami pun bergerak ke stadium berjalan kaki.

Suasana di luar Stadium di penuhi manusia yang rata-ratanya dalam keadaan `menanti sesuatu'.Di suatu sudut di hadapan patung besar `Wira' maskot SUKOM,kedengaran laungan `reformasi' dan orang ramai mula berkumpul.Kami turut menyelinap di celahan orang ramai yang bersemangat sambil turut melaungkan `reformasi' serta menuntut Dr.Mahathir meletak jawatan dan membebaskan Sdr.Anwar Ibrahim.Laungan keramat itu berkumandang membelah angkasa Bukit Jalil.Ribuan mulut turut melaungkannya dengan penuh berani.Laungan reformasi pun berselang dengan takbir `Allahuakbar!'-Allah Maha Besar.

Penulis bersua satu pasangan India yang turut serta.Apabila takbir di laungkan,mereka pun turut bertakbir.Penulis bertanya,"are you Muslim?" dan dengan senyum mereka menjawab "We are not.But it is not too difficult,only two words.Allahhuakbar."Laung mereka bersama suara-suara yang lain.Penulis tersenyum melihat telatah mereka.

Dan tiba-tiba terdengar jeritan, FRU!Suara tersebut terdengar datang dari belakang.Memikirkan yang FRU berada di belakang,penulis berlari kearah hadapan dalam keadaan (sedikit) panik.Dan dalam keadaan kelamkabut tiba-tiba terasa satu pukulan di bahagian kaki kiri,jadi tak `balance',penulis terjatuh dengan kaki kiri terseliuh akibat pukulan tersebut.Rupanya `baton' FRU yang hinggap!Penulis dapat meloloskan diri dengan keadaan terhencot.

Setelah keadaan reda,kami mengambil keputusan untuk beredar.Kaki kiri terasa sakit yang amat sangat.Melintasi jambatan kecil merentangi sungai yang memisahkan Stadium Bukit Jalil,satu kumpulan Pasukan Palang Merah sedang bertugas.Kepada mereka penulis minta rawatan dan mereka dengan cekapnya telah membalut kaki penulis setelah sedikit minyak angin di sapu.Kepada adik-adik Pasukan Palang Merah yang bertugas malam penutup SUKOM di ucapkan terimakasih.

Kereta di pandu malam tersebut menghala ke Damansara.Rumah No.8 Jalan Setiamurni sekali lagi di kunjungi.Kami tiba sekitar jam 2.00 pagi hari Selasa 22.9.1998.Orang masih ramai di situ.Menarik untuk di sentuh di sini,penulis bersua dengan Sdr.Dato Kamararudin Jaafar (sekarang ahli parlimen PAS) yang nampak agak gelisah;beliau kelihatan sering meninjau keluar melalui jendela rumah Anwar sambil berjalan mundarmandir.Kira-kira 2 jam selepas penulis berjumpa beliau,Dato Kamarudin Jaafar turut `diangkut' Polis di bawah ISA.

Demikianlah catatan kenangan penulis dari 20.9.1998 sehingga dinihari 22.9.1998.Kenangan yang tersimpan kemas dalam ingatan penulis selamanya.Dan tentunya pengalaman tersebut,dari tarikh pemecatan Sdr.Anwar Ibrahim sehingga beliau ditangkap secara biadap mengubah hidup penulis.Tentunya tragedi Anwar yang memberikan dimensi baru dalam hidup penulis.

Selama ini penulis `kurang berminat' dengan politik terutamanya politik UMNO walaupun saban tahun menerima Notis mesyuarat agung tetapi siapa yang mengisi borang keahlian penulis pada ketika itu menjadi misteri;begitu juga yuran tahunan,kerana penulis tidak pernah mengisi dan menandatangani borang keahlian apatah lagi membayar yuran.Bagi penulis,sejak dari kampus,menyedari bahawa UMNO sebenarnya telah hilang idealisma,falsafah perjuangan serta penuh dengan sifar feudal selain dasar-dasar era Dr.Mahathir yang mementingkan KKN dan gagal mengujudkan kehidupan yang demokratiks,penulis merasa mual dengan politik UMNO.Kerana itulah penulis tidak pernah berminat dari dulu untuk aktif bersama UMNO

Tetapi selepas tragedi terhadap Anwar membuka mata kita semua.Dan putaran masa menentukan penulis bersama-sama Hj.Suhaimi Said (ketika itu Ketua Bahagian Penaja Parti Keadilan Nasional Temerloh)pada 7hb.April 1999 menubuhkan jawatankuasa Penaja Parti Keadilan Nasional Temerloh.Dari tarikh tersebut sehingga hari ini penulis bersama-sama dalam perjuangan reformasi ini secara aktif.

Putaran masa dalam lipatan sejarah ini memberikan kesempatan penulis bersua manusia-manusia hebat-Sdr.Hj.Ruslan Kasim,Ezam,Sdr.Gobalakrishnan,Tian Chua,Dr.Hatta Ramli,Salahudin Ayub,dan ramai lagi disamping teman-teman seperjuangan dari Pahang-Dr.Wahid,YB.Jafri,Sdr.Zakaria Hamid,Amir Aziz,sdr.Leong Ngah Ngah,Ustaz Tuan Ibrahim,Dr.Wahab(sekadar menyebut beberapa nama) dan ramai lagi yang mendukung dan menjiwai perjuangan menegakkan keadilan hakiki di bumi tercinta ini.Mereka dan kesemua aktivis reformasi dari segenap lapisan dan Parti Politik yang bergabung di bawah panji Barisan Alternartif yang mewarnai perjuangan.Dan semangat serta kekentalan hati YB Datin Seri Wan Azizah (Kak Wan) serta keluarga dalam menghadapi musibah angkara Dr.Mahathir dan konco-konconya memberikan rangsangan kuat untuk meneruskan perjuangan ini.

Tentunya tempoh 2 tahun memberikan dampak pengalaman yang tidak ternilai harganya.Sebagaimana yang di katakan oleh Sdr.Anwar Ibrahim dalam suratnya kepada penulis yang menyebut,`Pengalaman dua tahun yang dikira singkat dalam kerangka sejarah biasa;namun dua tahun dalam ledakan Reformasi di Malaysia berhadapan dengan tekanan keras,rakus dan zalim;media fitnah dan dana tidak terbatas dikalangan penguasa lebih cepat mendewasakan kita...

Dan putaran masa meyakinkan kita bahawa reformasi yang kita rintis dua tahun lalu bukan sahaja terus bersemarak tetapi akan melenyapkan kezaliman ketidakadilan ciptaan regim UMNO/BN di bumi tercinta ini.Sepanjang sejarah peradaban manusia telah membuktikan betapa penguasa zalim lagi kejam,kerajaan yang di perintah dengan mengenepikan semangat dan prinsip demokrasi,yang menafikan hak dan kedaulatan rakyat,yang rasuah dan menindas dan menjadi perampok kekayaan negara demi kepentingan diri sendiri dan kroni akan ditumbangkan oleh kuasa rakyat.Dan dengan suatu keyakinan yang utuh `penguasa di hujung senja' yang sedang bertakhta di Putrajaya akan jatuh menyembah bumi,InsyaAllah.Dan yakinlah betapa sejarah sebenarnya menyebelahi kita.

Ahmad Nizam

http://detik.daily.tripod.com/sept/b23septf.htm

Friday, September 19, 2008

Teresa Kok bebas daripada penahanan ISA

KUALA LUMPUR, 19 Sept (Hrkh) - Anggota Parlimen Seputeh Teresa Kok Suh Sim dibebaskan daripada tahanan Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) hari ini setelah ditahan lapan hari lepas.

"Saya gembira sebab telah dibebaskan dan saya okay," kata Setiausaha Penyelaras DAP itu kepada pemberita, seperti dilaporkan Bernama, ketika dibebaskan di Balai Polis Jalan Travers di sini pada 1.30 tengah hari tadi."Saya tidak tahu kenapa saya dibebaskan hari ini seperti mana juga saya tidak tahu kenapa saya ditahan".

Antara yang berada di balai polis itu ketika pembebasannya ialah ibunya Poh Seh Kwon dan bapanya Kok Kim Tong serta peguam N.Sankara Nair.

Kok, yang juga anggota exco kerajaan negeri Selangor, adalah antara tiga orang yang ditahan mengikut ISA pada Jumaat lepas. Dua lagi ialah penulis blog Malaysia Today Raja Petra Kamaruddin dan wartawan Sin Chew Daily Tan Hoon Cheng.

Tan telah dibebaskan Sabtu lepas.

Kok ditahan mengikut Seksyen 73 (1) ISA 1960 kerana didakwa mencetuskan isu perkauman dan persengketaan agama.

Dalam satu kenyataan hari ini, Timbalan Ketua Polis Negara Tan Sri Ismail Omar berkata polis berpuas hati dengan kerjasama yang diberikan oleh Kok semasa siasatan dijalankan.

"Tiada lagi sebab untuk meneruskan penahanan lanjut dan (polis) memutuskan untuk membebaskan beliau hari ini," katanya. _

Wednesday, September 17, 2008

Seorang lagi blogger ditahan-malaysiakini

Seorang lagi blogger popular, Syed Azidi Syed Abdul Aziz ditahan polis di Kota Bharu petang ini.
Menurut Naib Presiden PAS, Husam Musa, blogger (kickdefella.wordpress.com) itu ditahan di rumahnya.

kickdefella syed azidi syed abdul azizSyed Azidi yang bekerja dengan kerajaan negeri Kelantan, ditahan pada kira-kira jam 5 petang oleh sepasukan tiga orang anggota polis berpakaian biasa.Mereka turut merampas laptopnya.

Isterinya, Bariah Ishak berkata suaminya ditahan di bawah Akta Hasutan.Syed Azidi, menurut polis, akan dibawa ke Kuala Lumpur kerana laporan terhadapnya dibuat di sana.

Pada 23 Ogos lalu, Syed Azidi (di bawah tajuk Siasat Kickdefella Dibawah Akta Hasutan) telah menulis bahawa laman web pro-Umno telah mendesak supaya beliau disiasat di bawah Akta Hasutan.

Blogger tersebut mencetuskan kontroversi baru-baru ini selepas melancarkan kempen di talian supaya bendera Malaysia dikibarkan terbalik.Kempen tersebut telah menarik perhatian perdana menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi, yang menyifatkan tindakan itu sebagai 'kurang ajar'.Perdana menteri berkata, perbuatan sedemikian bukan lagi boleh disifatkan sebagai satu perbuatan nakal tetapi amat jahat.

"Itu kurang ajar (bendera terbalik), tiada hormat langsung dengan bendera kita, apa yang marah sangat dengan bendera Malaysia," perdana menteri dilaporkan berkata.Abdullah berkata, penulis blog itu cuba mencetuskan satu idea tanpa memikirkan kesan selanjutnya.
Beliau berharap polis akan menyiasat perkara itu dan mengambil tindakan yang sewajarnya.

Tuesday, September 16, 2008

Langkah Pakatan selanjutnya - mengadap Agong-MALAYSIAKINI

Pemimpin Pakatan Rakyat akan mengadap Yang di-Pertuan Agong sekiranya Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi enggan bertemu mereka untuk membincangkan peralihan kuasa secara aman daripada Barisan Nasional.

tian chua 03 240505Ketua Penerangan PKR Tian Chua berkata, langkah ini akan berlaku "dalam tempoh 24 hingga 48 jam".

"Kita telahpun berkata, kita mempunyai yang jumah (ahli parlimen) yang cukup, dan (Datuk Seri) Anwar (Ibrahim) baru tadi mendedahkan bahawa kita mendapat lebih daripada 31 ahli parlimen BN," kata Tian, merujuk sidang akhbar penasihat PKR itu jam 2 petang tadi.

Sekiranya mereka bertemu Abdullah tetapi beliau enggan meletak jawatan, Tian berkata Pakatan mungkin mendapat campur tangan Yang di-Pertuan Agong Sultan Mizan Zainal Abidin untuk meyakinkan baginda berbuat demikian.

sultan mizan zainal abidin 13th agung king malaysia 1212062"Seboleh-bolehnya, kami akan cuba mengelak membabitkan Yang di-Pertuan Agong," kata Tian ketika dihubungi.

'Sudah ada 116 MP'

Awal pagi ini, agensi berita AFP memetik bendahari PAS Dr Mohd Hatta Ramli sebagai berkata, Pakatan Rakyat akan menghadap Yang di-Pertuan Agong bagi mendapatkan mandat untuk memerintah, sekiranya Abdullah enggan bertemu mereka.

Menurutnya, isu pelantikan perdana menteri dan pertukaran kerajaan membabitkan peranan baginda.

dr hatta ramli 01Dr Hatta mendakwa, Pakatan kini mendapat sokongan daripada 116 ahli parlimen - ini bermakna 35 ahli parlimen kerajaan telah menyertai Pakatan.

Dalam sidang akhbar hari ini, Anwar berkata, beliau telah mendapat lebih 31 ahli parlimen daripada BN, jumlah yang diperlukan untuk menubuhkan kerajaan baru dan menggesa Abdullah supaya tidak menguatkuasakan undang-undang darurat bagi menghalang peralihan kuasa.

Anwar bagaimanapun tidak mendedahkan nama ahli-ahli parlimen BN terbabit.

Selepas pilihanraya umum 8 Mac lalu, Anwar telah menetapkan 16 September sebagai tarikh untuk menarik sekurang-kurangnya 30 ahli parlimen kerajaan menyertai Pakatan untuk membolehkan beliau menubuhkan kerajaan baru.

Monday, September 15, 2008

Mu sekat aku, aku luku kepalamu

Mu sekat aku, aku luku kepalamu

Malam tadi, dalam ceramah di Taman Melewar, Tok Guru Mursyidul Am menghentam Cik Gu Pa sakan-sakan. Marah sungguh Tok Guru dengan tindakan meng"ISA"kannya.

Saya memang suka dan meraikan sangat kebebasan bersuara di dalam PAS. Hujah lawan hujah. Hanya jiwa yang kurang ajar dan berpenyakit sahaja yang takutkan kebebasan hujah lawan hujah.